Semoga yang meng-copy-paste isi blog ini kemudian dipublikasikan ke media apapun tanpa seijin penulis mendapatkan SIAL 7 TURUNAN!

Review: Bluetooth Wireless Keyboard Advance K-T10BT


Mengawali agar ga terjadi kesalahpahaman, ini hanya review sesuai yang saya alami. Bukan iklan, saya beli keyboard itu sendiri.

Awalnya saya beli ini buat mempermudah penyampaian materi pengajaran Bahasa Inggris.
Jadi, karena tidak menggunakan white board, maka laptop saya jadikan layar peraga.

Sebelum menggunakan keyboard ini, saya menggunakan Samsung Galaxy Chat untuk mengetik dan ketikannya muncul di layar laptop (sudah dibahas di SINI).
Karena keyboard nya relatif kecil, saya mesti melihat hape dan screen bolak balik untuk memastikan bahwa saya sudah mengetik dengan benar. Ada kesan tidak praktis.

Kembali ke keyboard, dengan ukuran hanya 282mm x 120 mm x 15mm, maka relatif mungil untuk dibawa ke mana-mana. Jadilah alat input untuk peraga di layar yang praktis...


Menggunakan tenaga baterai 2 x A3 (baterai remote control), bisa digunakan cukup lama. Apalagi bila kamu menggunakan baterai jenis alkaline.

Sejatinya, sesuai logo di F1, F2 dan F3, keyboard ini di design untuk iOS, Android dan Windows, namun pada kenyataannya ada beberapa alat yang bisa dikendalikan termasuk Mac dan Linux, yang penting ada bluetooth built di alat yang akan dikendalikan.

Khusus untuk pengguna MacBook, karena ini layout US-Keyboard Windows, maka tombolnya yang tersedia adalah tombol pengganti. Misal, tombol Command di Mac, bisa menggunakan tombol logo Windows disini, Opt di Mac diganti dengan Alt disini, dst...
Satu-satunya tombol yang tidak berfungsi di Mac tapi berfungsi di alat lain adalah tombol "\" (backslash) di sebelah kanan tombol shift kiri.

Bagaimana dengan Android? Gadget seperti Sony Xperia-J (sudah di tes) tidak bisa menggunakan keyboard ini (atau mungkin yang bingung saya?), tetapi sudah dites dan berhasil di MacBook, Windows laptop, Samsung Galaxy Chat, Smartfren G2, Smartfren C3 dan beberapa tablet yang sudah bluetooth built-in.
Tombol function semacam Play, Stop, Increase/Decrease Vol, Mute, Lock, Display off, berfungsi dengan baik, kamu relatif tidak menyentuh layar gadget Android.

Saya belum punya device iOS jadi kurang tahu seperti apa. Klo kalian pernah coba, tolong di share ya...

Dengan model koneksi one to one, maka, tidak mungkin ada ketikan nyasar ke alat lain yang sudah dipasangkan. Karena begitu dihubungkan dengan alat lain, maka alat sebelumnya yang sudah terhubung akan terputus secara otomatis.

Cara koneksi cukup sederhana, setelah baterai dipasang, kamu cukup menekan tombol hitam dibalik keyboard ini, lalu scan menggunakan hape/laptop yang akan dipasangkan. Lakukan selanjutnya sesuai petunjuk di layar.

Sama seperti bluetooth device lainnya, kinerja optimal secara teori maksimum jarak 10 M, namun pada prakteknya, kita tidak pernah jauh dari layar.
Bahkan ketika alat ini saya gunakan untuk chatting di TV (menggunakan laptop yang di hubungan televisi tentunya, saya belum beruntung memiliki smart TV wkwkwk), saya tidak lebih dari 4 M dari layar.
Jadi abaikan saja dengan pertimbangan jarak kinerja dengan alat yang dikendalikan. Tidak terlalu penting.

Minus Num-Pad, jadi jika kamu sudah terbiasa menggunakan keyboard laptop, maka tidak ada masalah dengan keyboard ini. Tombolnya sangat empuk tapi berisik, tidak seberisik keyboard desktop, tapi cukup berisik jika kamu pengetik 10 jari yang cepat.

Satu hal yang saya kurang suka adalah tidak ada tombol atau socket untuk ON/OFF (auto-off dalam waktu idle tertentu).

Sering kejadian, laptop ada di meja kerja, sementara keyboard ada di tas. Ketika tas terguncang, sepertinya ada tombol tertekan, maka laptop terkontrol dengan sendirinya.
Jadi ingat-ingat, kita mesti mematikan bluetooth di alat yang dikendalikan bila keyboard ini sedang tidak digunakan.

Plus:
Ringan, relatif kecil, baterai awet, cocok bagi yang kesusahan mengetik di hape, terutama penggila instant messaging.

Minus:
Tidak ada num-pad, tidak cocok untuk akuntan. Layout Windows menyulitkan pengguna Mac. Berisik, backslash terletak diantara shift kiri dan tombol Z sering mengakibatkan salah pencet, karena memang tidak umum bagi pengetik 10 jari. Tidak ada tombol ON-OFF di keyboard, jadi kalau sudah dipasangkan dengan alat, selama keyboard ini ada dalam jarak kendali, maka alat tersebut bisa di-input.



Cara memasang Iklan di tengah posting (Desktop non-Mobile)


Sempat kepikiran blogger kok banyak yang bisa pasangin iklan ditengah posting.
Pingin dong saya hehehehe...

Keliling-keliling blog sana-sini isinya mirip, harus ganti coding di <data:post.body/>....
Oke langsung saja.

  1. Buka layanan ads yang kodenya mau dipasang di blog, copy code dan parse codenya DISINI.
  2. Buka blogger kamu, trus masuk ke Template - Edit HTML
  3. Klik kode tekan Ctrl+F (Win) atau Command+F (Mac).
  4. Ketik <data:post.body/>, Enter.
  5. Tekan Enter berkali-kali sampai find-nya nge-loop balik ke temuan awal, sehingga kamu tahu, ada berapa jumlah <data:post.body/> di template-mu. Kalau ada 2, pilih yang terakhir, kalau ada 4, pilih yang ke-3. Kalau ada lebih dari itu, jujur saya tidak tahu, karena di template saya cuma ketemu 4. Jadi trial and error saja. Hehehehe....
  6. Setelah ketemu, ganti (timpa) <data:post.body/> yang ada dengan kode dibawah ini:

    <div expr:id='"iklan1" + data:post.id'></div>
    <div style="clear:both; margin:10px 0">

    <!-- Paste (tempel) kode iklan YANG SUDAH DI-PARSE Disini! -->

    </div><div expr:id='"iklan2" + data:post.id'>
    <data:post.body/></div>
    <script type="text/javascript">
    var obj0=document.getElementById("iklan1<data:post.id/>");
    var obj1=document.getElementById("iklan2<data:post.id/>");
    var s=obj1.innerHTML;
    var t=s.substr(0,s.length/2);
    var r=t.lastIndexOf(" ");
    if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}
    </script>

  7. Klik Save Template.
  8. Klik View Blog untuk melihat perubahan
Selamat mencoba...

Penipuan melalui Facebook

Sekedar info nih bagi agan-agan pengguna Facebook, harus berhati-hati.
Setelah Skype marak penipuan, sekarang giliran Facebook yang mulai bertebaran.

Disini saya berbagi pengalaman dengan agan-agan semua... yuk...

*Untuk menjaga keaslian data, sengaja nih saja capture chattingnya... tanggal 29.06.2015*

Baru muncul, langsung iming-iming hadiah karena jadi pemenang. Jadi berasa SMS menang undian Bank.
Setahuku sih, Facebook ga pernah kerjasama dengan Microsoft, karena emang saingan berat... Yahoo! Yang dibeli Microsoft pun tidak berkutik popularitasnya buat menyaingi Facebook (hingga saya tulis ini loh)... Hahahahaha... Lanjutttt


Sebagai catatan, kenapa saya berkata "I don't use any microsoft product..", saat chatting ini saya menggunakan MacBook, sudah jelas tidak pakai Windows, tapi lucunya, dia berkilah bahwa ini dari Facebook! Ga nyebut Microsoft lagi... Mulai ga konsisten....

*Diem-diem, buka tab baru, search REED KAREN... emang ada di Microsoft, tapi keknya semua engineer, ini orang aneh, napa engineer kontak-kontak hadiah user?... bukannya itu tugas PR?*


(note untuk penggila grammar EN: seharusnya saya berkata "... too many scams..."... "...what do I suppose to do...")
 
Hahaha... mulai pusing dia... bawa-bawa FBI tapi ga tau alamat Head Office-nya sendiri... wakakakaka... ni orang gila nyasar... gak papa... terusin saja...

*Close all program selain browser yang lagi chatting - buka Terminal - ketik netstat -an, copy IP, googling... ketahuan, orang ini di Irlandia... bukan di Amerika... dasar*


*Mulai mikir... Undian di California USA, kerjasama dengan Microsoft, yang menghubungi orangnya ada di Irlandia, engineering lagi (klo emang bener pegawe Facebook)... ngapain juga pake FBI di Irlandia.. emang dia buronan? Sudah pasti, Scammer Detected!*


Eaaaaa.. akhirnya.. minta nama lengkap, alamat, nomor telepon dan pekerjaan... 
Apa hubungannya orang menang undian dengan pekerjaan yang jadi mata pencahariannya mbah Karennnn... wakakkakakak?
.. sungguh PRETTTT level Internasional...

I am not that STUPID wwkwkwkwk..

Oke gan.. hati-hati..

Cloning Mac HDD

Cloning? Buat apa?
OK, sekarang saya balik tanya:
  1. Apakah kamu pernah install ulang total dari format HDD?
  2. Melakukan setting setelah install program satu per satu?
  3. Bagaimana bila kamu tidak memiliki master programnya? Apakah harus download lagi satu per satu?
  4. Apa gak lebih mudah bila kamu hanya perlu copot dan ganti HDD back up?
*Tutorial ini mungkin belum bisa diaplikasikan ke Windows, karena adanya model aktivasi di OS Windows*

Dengan melakukan cloning HDD, maka Mac mu berasa PS3 keatas, asal ada "Memory", bisa dipake deh... asyik kan?

Siapin bahannya:
  1. Mac, ya harus Mac dan masih berfungsi normal.
  2. HDD internal dengan kapasitas yang sama atau lebih gede.
    Jangan menggunakan HDD external yang paketan plus enclosure, memang bisa digunakan, tapi sebaiknya jangan.
    Mengapa?
    Hampir semua HDD external yang paketan plus enclosure tidak memiliki S.M.A.R.T Technology (semacam chip yang ditanamkan di HDD, dimana fungsinya, setiap booting, OS akan mendeteksi lifetime dari HDD tersebut). Itulah makanya, pada kapasitas yang sama, HDD Enclosure paketan lebih murah harganya dari pada kamu beli HDD internal "telanjang".
  3. Kabel USB untuk menghubungkan HDD internal ke USB port.

Test menggunakan MacBook 13" White jadul, HDD di laptop tidak di partisi.

Yuk mulai:
  1. Tancepin HDD via USB/Firewire.. terserah mana saja, yang penting Mac bisa detek ada HDD disitu.
  2. Tekan tahan Command + R, sentuh tombol Power untuk masuk ke Recovery Mode.
  3. Buka Disk Utility app.
  4. Klik tab Restore
  5. Source biasanya sudah otomatis terisi.
  6. Tarik "External Drive" ke field Destination.
  7. Klik tombol Restore yang ada di pojok kanan bawah...

Udah tunggu aja semua otomatis di copy. Gak cuma system, tapi seluruh HDD di copy. Nanti kalau HDD yang nancep ada apa-apa, tinggal ganti HDD back up-an, maka semua persis seperti saat kamu melakukan cloning ini....

#Jadi berasa main PS.. plug and play...

Meskipun bisa, namun sesungguhnya kegiatan Copy Paste itu melanggar etika.. Powered by Blogger.