Semua artikel yang ada di blog ini berdasarkan sesuatu yang nyata yang selama ini sudah saya lakukan.

Cara Setting Mini Router Smartfren E2X1H

Sebelum kita bisa make router ini, tentu saja, sama seperti penggunaan RUIM card di Indonesia, semua mesti daftar ke 4444.
Pengalaman saya, selama mengaktifkan modem, lebih nyaman menggunakan komputer. Tidak terkecuali mini router ini.

#Tutorial dibawah menggunakan Win 7, karena Mac saya ga kenal... huhuhu....


Registrasi ke 4444.
  1. Tancepin ke port USB laptop/komputer yang sudah ON.
  2. Tekan tahan tombol power di mini router sampai menyala.
  3. Jangan apa-apain. Diem aja... semua otomatis.
  4.  Buka browser apa saja, tapi lebih sip pake Firefox.
  5. Kalau kamu mau aktifin via SMS ke 4444, silakan ketik http://192.168.1.1.
    Lalu klik tab SMS. Format SMS ada di dosnya (saya tidak pernah berhasil menggunakan cara ini, ga tahu masalahnya dimana)
  6. Recommended yang anti repot, setelah buka browser ketik http://data.smartfren.com/index.php/register_login/index (alamat yang ada di dosnya ga bisa dipake) atau copas aja alamat ini ke browser kamu lalu tekan Enter. Kamu tidak perlu koneksi internet untuk mengaktifkan router ini.
  7. Setelah Enter masukkan nomor hpnya (tanpa 0 yang didepan dan masukkan kode aktifasi (silakan lihat di dos nya) lalu klik CONTINUE, maka layar akan muncul seperti ini:


8. Isi saja datanya, trus klik tombol KLIK DISINI.
9. Jika berhasil, maka layar akan ganti seperti ini:




Router siap pakai, tapi setting dulu dalemannya.


Setting Router.
  1. Ketik http://192.168.1.1 atau copas alamat ini ke browser, lalu tekan Enter. Maka layar akan berubah seperti ini:

2. Klik Quick Setting, maka kamu akan dibawa ke halaman login. Masukkan saja admin untuk ID dan passwordnya. Kemudian layar berganti:


3. Ganti Wifi SSID sesuai dengan keinginanmu, yang penting gampang diingat.
4. Ganti Wifi Key (ini nantinya sebagai password buat yang mau konek ke router ini) sesuai dengan keinginanmu. Lalu klik APPLY. Sudah, bisa langsung digunakan. Hanya saja kurang aman dan orang bisa membobol wifimu karena masih bisa di scan.
5. Klik Wifi Setting, layar akan ganti:

6. Klik DISABLE pada SSID Broadcast, bila kamu takut Wifi mu dipake orang secara ilegal, lalu klik APPLY.

Ok. Segini saja, semoga bermanfaat.
Untuk setting wireless disk dan lain-lain, silakan baca di buku panduannya.



Blog, Updated at: 1:01 PM

Review: Mini Router Smartfren E2X1H

Ini bukan advertorial, melainkan hanya sharing. Karena gadget yang saya review saya beli sendiri dan tanpa ada muatan iklan.

Pindah dari Smartfren Exstream Wifi yang batrenya sudah mulai menggembung akhirnya kesampean juga. Jujur, banyaknya berita hape meledak saat di charge juga bikin ketir-ketir.

Bagaimana tidak, 60% dalam sehari-hari, hape ini terpaksa dihajar dengan koneksi listrik karena harus melayani 1 hape android dan 1 laptop.

#Dalam kasus ekstrim, masih ditambah 1 tablet android, 1 video player i-play buat browsing di tipi, kadang masih juga di tambahi gadget nunut punya orang lain... sampe internet berasa naik becak yang ban-nya kotak, pas di jalanan nanjak....

OK, pindah ke mini router ini, apa bedanya?


  1. Paket Pembelian.
    Standar. Router, kabel multifungsi, untuk data dan charger termasuk untuk output power bank. Dos, buku panduan. Hanya saja tulisan di Dos dan buku panduan nggak sinkron, juga gak jelas.
    Contoh:
    Di dos ditulisi, didukung Mac 10.5, dibuku panduan, ditulis minimal 10.7. Saat praktek, saya tancepin di Mac 10.7.4 ga kenal. Ya sudahlah...
  2. Bodi.
    Mungil, itu kesan pertama. Begitu dipegang, lumayan berat dan tebal. Jadi, meski portabel, kurang cocok dimasukkan saku baju, karena sudah pasti menonjol. Pas bila dimasukkan kantong jaket atau tas.
    Dan memang tidak seperti hape, karena bodinya tanpa display, hanya panel dengan lampu LED untuk indikator Batre, Sinyal EVDO, WIFI Broadcast, Charging dan SMS. Pada sisi samping ada Port charging, Reset, Power Bank On/Off, On/Off, Power bank output. Pada sisi lain ada tutupnya, ada 2 port tesembunyi berisi RUIM card dan SD Card.
    Satu hal yang saya kurang "sreg" adalah bodinya dari plastik yang licin tanpa ada semacam lekukan-lekukan, sehingga mudah jatuh kalau kurang hati-hati.
  3. Fitur
    • Mini Router
      Router untuk koneksi ke internet hingga 6 user secara bersamaan. Bayangkan bila Anda menggunakan hape dan laptop, anak Anda menggunakan PS3 atau 4, istri Anda menggunakan tablet. Sementara mungkin orang tua Anda pingin browsing resep di TV lain....
      Router ini, mungkin salah satu jawaban untuk kebutuhan Anda, satu langganan, untuk semua.
    • Power Bank
      Apakah Anda termasuk orang yang jauh dari listrik dalam sehari-hari? Misal, tiap hari kerja Anda bolak-balik antar kota se-Indonesia. Sementara kebutuhan komunikasi tidak mungkin ditinggalkan. Power Bank memang bisa jadi solusi yang membantu.
    • Wireless Disk
      Pernah berpikir punya media penyimpanan eksternal tanpa menyentuh port USB? Ya, mini router ini bisa digunakan sebagai wireless disk dengan 2 cara:
      1. Diakses langsung via WIFI
      2. Diakses via internet, jadi meski router ini ada di rumah, selama posisi ON, Anda bisa mengambil data dari mana saja, selama Anda punya koneksi internet.
    • USB Disk
      Perlakuan sama dengan USB flashdisk biasa. Cukup dintancepin aja.
  4. Fitur lain:
    Hidden SSID
    Ini bagus dan pantas dapat jempol untuk personal WIFI yang gampang banget dibobol. Dengan hidden SSID, maka router ini tidak bisa di scan. Untuk koneksi harus mengisi manual nama SSID dan passwordnya.
Hasil test dengan menggunakan bonus internet bawaan (6GB/30hari) saya dapat download speed range 300 s/d 550 kbps.

Kondisi tes:

  • Test dilakukan pukul 12.30an (pastinya ini jam sibuk atau peak time).
  • Koneksi wifi dibagi 2 dengan hape Android.
  • Menggunakan Mac 10.7.4 untuk download patch The Sims 3 sebesar 1.6 GB.
  • Browser konek ke blogger, situs The Sims 3 dan Facebook.
  • Hape Android auto update WA, BBM, FB dan email.
  • Tanpa menggunakan download manager!



Dengan harga (saat saya beli) 499rb-an, mungkin bisa dipertimbangkan sebagai salah satu solusi all in one internet subscription.
Oke, untuk ketahanan batre saya belum bisa share, karena baru saya aktifkan hari ini. Nanti kalau ada tambahan akan saya update.
Blog, Updated at: 12:36 PM

Memilih cara koneksi internet yang tepat

"Ada berapa alat yang kamu miliki yang bisa dipakai internetan dan seberapa sering kamu menggunakannya? Dipake ngluyur apa tidak?"

Nah, ini mungkin yang perlu dipahami sebelum kita menentukan cara koneksi model apa agar bisa efektif dan "hemat".




  1. Koneksi langsung menggunakan mobile data di Android.
    Sangat pas jika memang itu satu-satunya gadget kamu yang butuh aktifkan internetnya. Sedangkan gadget lain yang kamu miliki, sengaja tidak kamu koneksikan ke internet.

    Memang gadget Android bisa share internet via tethering, namun saya sarankan agar tidak digunakan untuk tethering secara terus-menerus, karena output tethering dari gadget Android adalah "sisa" bandwidth setelah digunakan gadget itu sendiri. Selain itu, tidak menutup kemungkinan baterai kamu bakal dihajar habis-habisan hingga cepet drop.

  2. Koneksi menggunakan hape dengan fungsi hotspot.
    Sudah hampir setahun aku menggunakan model ini. Ya, dengan menggunakan salah satu hape CDMA yang bisa buat hotspot. Sayangnya, jika tidak dicolokkan ke listrik saat hotspotnya ON terus menerus, hape ini hanya bertahan sekitar 3-4 jam pas barunya, sekarang sih sudah tinggal 2-3 jam dan batre sudah mulai menggembung karena hampir selalu tersambung listrik.
    Kan bisa bawa powerbank kemana-mana?
    Itulah masalahnya, jika wifi aktif dan hape ini disambungkan ke powerbank, hapenya panas.
    Mengapa pilih model ini?
    Ya, karena cukup berlangganan 1 provider, maka ketika wifi aktif, gadget Android bisa online bersamaan dengan laptop. (Hingga 5 user sih, tapi hanya aku batasi 2 user).
    Apa tidak lelet koneksinya dibagi-bagi?
    Itu relatif, speed internet tergantung dari:
    • Paket yang kamu beli
    • Gadget yang kamu pakai
    • Infrastruktur milik provider (termasuk BTS dan sinyal)
    • Traffic Internet (lagi jam sibuk atau tidak)
    Saya pake internet paket "ikhlas" karena saya bukan online gamer dan amat sangat jarang download file gede. Jadi saya kira lambat sedikit tidak masalah (menurut aku loh.. hehehe), tapi kalau kamu butuh speed, ya bayar agak mahal dikit untuk beli paket yang terbaik.

    Jadi, jika gadget yang akan kamu beri akses lebih dari satu, mungkin ini salah satu cara berhemat. Karena hapenya bukan Android, jadi bandwidth yang di share adalah benar-benar jatah kita.
    Apa hape ini cocok untuk koneksi online gamer?
    TIDAK! Karena tidak ada gamer yang main cuma 3-4 jam abis itu mesti di colokin listrik dengan resiko hape nya panas. Satu lagi kekurangan hape ini yaitu hotspot sering nutup dengan sendirinya. Terutama pas dikonekin listrik terus muncul "fully charged", off deh.
    Gak seru kan klo kamu maen game online, pas mau menang, internet putus... udah pasti pingin mbanting2... wkwkwkwk...
  3. Menggunakan Portable Router
    Yang ini masih baru, aku baru beli. Belum tak aktifin tapi, nanti aku share pengalamannya. Yang jelas, model koneksinya tidak jauh beda dengan nomor 2.
    Portable Router yang ini punya fitur unggulan yang ga ada di no. 2, yaitu SSID wifi bisa sengaja dibikin "hidden", jadi ga bisa di-scan. Sehingga tidak sembarang orang bisa masuk dan pakai. Hanya orang-orang yang tahu nama SSID dan passwordnya yang bisa masuk, itupun harus diketik manual.
    Jika kamu termasuk pengguna internet yang butuh trafik data gede, dan banyak gadget yang harus online bersamaan (yang aku beli maksimum 6 gadget), maka Portable Router ini emang buat kamu, hanya saja kalau pingin semua gadget yang online ga lelet, paket internetnya mesti yang mahal juga. Hehehehe...
  4. Menggunakan USB Modem
    Ini memang praktis kalau hanya untuk satu komputer/laptop atau tablet, hanya saja aku pernah mengalami hal lucu.
    Saat digunakan di titik A (anggep aja A ya!) sinyal ga bagus, begitu bergeser ke titik B yang agak jauh dikit, sinyal bisa full.
    Bagaimana jika ternyata titik B itu adalah toilet? hahahah

    Kalau menggunakan laptop atau tablet tidak masalah, tinggal pindah, kalau menggunakan komputer, sudah pasti ribet. Pasang-copot USB juga lama-lama merusak portnya, apalagi usernya tipe orang gak sabaran kayak aku wkwkkwk....
    Sharing internet dari laptop broadcast ke gadget lain memang bisa, tapi kalau laptop nya mati, ya semua koneksi mati.
Kesimpulan, untuk mempertimbangkan cara koneksi, kembalikan ke pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
  1. Berapa budget saya per bulan untuk internet?
  2. Berapa gadget yang saya niatin diberi akses internet? Apa semuanya?
  3. Apa saya perlu mobile? Atau cukup koneksi di rumah saja?
  4. Jika memilih model portable (baca: buat ngeluyur) seperti no. 2 dan 3 diatas, apakah ada sinyal internet EVDO atau HSDPA dari provider di area penggunaan internet?
  5. Apakah saya pengguna internet trafik data ringan atau berat?


Blog, Updated at: 10:11 AM

5 Tools Menghindarkan Anak-anak dari Pornografi Online

Dengan makin maraknya layanan online jaman sekarang, maka tidak heran kalau kita bisa akses internet 24 jam tanpa putus (selama internet dan atau paket internet kita masih tersedia tentunya.. hehe). Dan ini tentunya membuat komunikasi jadi sangat mudah.

Jika semua online, maka tentunya kita tidak perlu kirim-kiriman SMS dengan biaya membengkak selama tersambung dengan Whatsaap, Facebook, Yahoo Messenger dan layanan online gratis lainnya.

Murah?... relatif sih...
Aman?... itu masalahnya.

Dengan kita online 24 jam, maka sangat memudahkan anak-anak dalam menjangkau informasi. Bahkan informasi negatif, termasuk pornografi.

Berikut 5 tools untuk menghindarkan anak kita dari konten pornografi di alat yang dia pakai.

  1. K9 Web Protection
    Tool ini akan menyaring web search dan menutup (block) konten-konten sesuai setting yang Anda lakukan. Karena basisnya screen web browser, maka dia menyaring browser yang terinstall di gadget Anda. Tersedia untuk Mac, Windows, iOS dan Android.
    BB? Emm.. sepertinya belum support, kunjungi saja situsnya.
    Fiture menarik lainnya adalah menutup browser di jam tertentu sesuai setting Anda, jadi Anda tidak perlu kuatir anak-anak mengakses browser di malam hari atau kapanpun ketika Anda sedang tidak ada. Selain itu ada report yang dikirim ke Anda, jadi Anda bisa tahu, anak-anak cari apa saja di internet. Sip kan? Gratis lagi...
  2. Stop PORN.
    Ini juga tool gratisan, sayangnya hanya tersedia untuk Windows.
    Tool ini selain menyaring web, dia juga menyaring P2P share, macam LimeWire, Kazaa dan juga software online chat seperti Yahoo Messenger, Trillian, ICQ dan lain-lain.
    Dengan demikian, bukan cuma browse saja yang di filter, tapi chatting pun anak-anak gak bisa macam-macam.

  3. Safe Eyes
    Tool yang ini tidak hanya menyaring web search, online chatting, tapi juga menyaring video YouTube dan musik download via iTunes, mengendalikan email dll. Tool ini hanya tersedia untuk Windows dan Mac, dan TIDAK GRATIS. Sedih ya? Hahahaha...
     
  4. OpenDNS
    Jika yang lain menyaring via web, yang ini sesuai namanya. Ya, dia menyaring via router. Jadi, ini berfungsi klo seluruh rumah menggunakan satu router yang sama. Klo masing-masing menggunakan paketan internet sendiri-sendiri ya gak ngaruh gitu... hehehe...
    Klo emang tertarik, kunjungi saja situsnya.
  5. UKnowKids (baca: You know kids)
    Yang ini sangat keren untuk gadget yang Anda berikan pada anak-anak. Tersedia untuk iPhone dan Android. (Lagi-lagi BB tidak ada, jadi user BB silakan googling, barangkali ada yang serupa).
    Uknowkids tidak hanya menyaring web, tapi social media seperti Twitter, Facebook, Instagram dan social media lainya juga bisa di saring sesuai setting yang tersedia. Yang lebih OK lagi, tool ini bisa menampilkan SMS yang terkirim atau diterima, pas buat orang tua yang sudah memberikan ponsel untuk anak-anak dibawah umur.
    Sama seperti Safe Eyes, satu-satunya kekurangan tool ini adalah TIDAK GRATIS... hehehe
Tips
  1. Tools diatas tidak berlaku jika anak-anak mengakses internet dari warnet.
  2. Juga tidak berlaku bila dia pinjam gadget Anda atau orang lain baik anak-anak atau yang sudah dewasa namun tidak terproteksi.
  3. Bagaimana dengan photo sharing di WhatsApp? Yah... mungkin kita agak repot kalau masalah teks yang terkirim atau diterima. Namun demikian ada sedikit tips jika Anda ingin tahu foto atau video apa saja yang dikirim dan atau diterima anak Anda.
    Caranya:
    • Pastikan gadget Anda dan gadget yang Anda berikan menggunakan Gmail ID yang sama.
    • Pastikan Picasa Album Sync aktif. Dengan demikian, foto atau video yang diterima oleh anak Anda via WhatsApp akan ter-back up otomatis di Google Picasa. Dan tentu saja, Anda bisa melihat langsung melalui gallery di gadget yang ada pakai.
      Perlu diingat, karena folder online ini diakses oleh lebih dari satu gadget dengan ID yang sama, maka apa yang Anda terima pun, akan dapat dilihat oleh anak Anda...
      INGAT! Gawat juga klo sampe kelolosan... Wkwkwkw...
  4. Untuk BBM, karena foto dan videonya tidak otomatis disimpan di gadget, yah terpaksa Anda harus buka sendiri di gadget yang bersangkutan. Tapi kalau pembaca ada yang nemu cara lainnya, please share ya.
  5. Dari semua yang diatas, memang lebih mudah memberi penanaman iman yang baik kepada anak, dan semoga si anak tidak tergoda aneh-aneh kalau sedang sendirian atau dengan teman-teman yang "mungkin punya rasa ingin tahu yang keterlaluan hingga melebihi umurnya"...

Blog, Updated at: 12:19 PM
Meskipun bisa, namun sesungguhnya kegiatan Copy Paste itu melanggar etika.. Powered by Blogger.